Hakikat Iman

📜 Hakikat Iman

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah (wafat 620 H) menjelaskan bahwa iman itu meliputi ucapan dengan lisan, diamalkan dengan anggota badan, dan diyakini dengan hati. Iman bertambah dengan ketaatan dan menjadi berkurang karena kemaksiatan (lihat Irsyadul ‘Ibad ila Ma’ani Lum’atil I’tiqad oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Barrak, hlm. 80-81)

Imam Ibnu Abi Zamanin al-Andalusi rahimahullah (wafat 399 H) mengatakan bahwa para ulama ahlus sunnah menyatakan bahwa iman mencakup keikhlasan kepada Allah dari dalam hati, mengucapkan syahadat dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota badan disertai niat yang baik dan sesuai dengan sunnah/tuntunan (lihat Ushul as-Sunnah, hlm. 143)

Imam Ibnu Abi Zaid al-Qairawani rahimahullah (wafat 386 H) dalam Muqaddimah Risalah-nya mengatakan bahwa iman adalah ucapan dengan lisan, keikhlasan dengan hati, dan diamalkan dengan anggota badan. Iman bertambah dengan bertambahnya amal dan berkurang dengan berkurangnya amal (lihat ‘Aqidatu as-Salaf Muqaddimah Ibni Abi Zaid, hlm. 60)

📝 Lebih lengkap bisa dibuka di sini nggih : https://www.al-mubarok.com/2019/12/18/makna-dan-hakikat-iman/

Ustadz Ari Wahyudi Hafidzahulloh

➖➖➖➖➖➖ Sebarkan info nasehat ini di sosial media antum, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua. Jazakumullohu Khoiron ➖➖➖➖➖➖