SANDARAN HATI

▬▬•◇✿◇•▬▬
🍃SANDARAN HATI🍃
▬▬•◇✿◇•▬▬

Biasanya orang mengatakan “ikhtiar dulu baru tawakal setelah itu.” Apakah ini benar?

Tentu ini bukan hal yang dibenarkan dalam agama. Bertawakal itu dilakukan dari awal, di pertengahan dan sampai akhir, tidak dijadikan urusan yang kedua atau ketiga.

Subhanallah, apakah pantas kita mengatakan pertolongan Allah itu belakangan kita harapkan? Bukan dari awal? Apakah kita tahu akibat kebaikan dari segala sesuatu?

Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan dalam Al-Qur'an bahwa hidayah tergantung dari i'tishom (penyadaran diri kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

"Barangsiapa yang selalu bersandar/berpegang teguh dengan Allah, maka dialah yang mendapatkan bimbingan/petunjuk untuk menempuh jalan yang lurus." (QS. Ali 'Imran[3]: 101)

Mengenai tawakal, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

"Barangsiapa yang bertawakal/berserah diri/menyandarkan hatinya dengan benar kepada Allah, maka Allah akan mencukupi segala urusan dan kebutuhannya." (QS. At-Talaq[65]: 3)

Jadi, penyandaran hati, tawakal, takut dan berharap kepada Allah, yakin dengan pilihanNya, ridha dengan ketentuanNya, selalu bersangka baik kepada Allah, ini justru yang menentukan keberhasilan dan kebaikan, ini justru yang menjadikan tenang hati hamba ketika bersandar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

#CatatanKajian lengkap dan video singkat: ngaji.id/klik/d9
▬▬•◇✿◇•▬▬

✍️ #TemanNgaji
🌹 Barakallahu fiik

➖➖➖➖➖➖ Sebarkan info nasehat ini di sosial media antum, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua. Jazakumullohu Khoiron ➖➖➖➖➖➖