Apa Tujuan Hidupmu?

Apa Tujuan Hidupmu?

Bismillah.

Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam, pemilik Arsy yang sangat agung, pencipta kematian dan kehidupan.

Salawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada hamba dan utusan Allah; yang membawa petunjuk dan agama yang benar untuk segenap insan.

Menjadi seorang Muslim adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Kita jarang bisa menyadari dan mensyukurinya dengan baik. Padahal nikmat hidayah Islam merupakan kunci kesuksesan. 

Allah berfirman (yang artinya), "Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya dia tidak akan tersesat dan tidak pula celaka." (Thaha : 123). Ibnu Abbas sang ahli tafsir mengatakan bahwa 'Allah menjamin bagi siapa pun yang membaca al-Qur'an dan mengamalkannya bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat'.

Kehidupan ini adalah cobaan. Terkadang orang diuji dengan musibah agar terwujud kesabaran dan ketundukan. Terkadang orang diuji dengan kelapangan agar tersebar syukur dan kepedulian. Sabar dan syukur itulah yang akan mengantarkan manusia menuju kebahagiaan.

Bahagia tidak diukur dengan kemewahan dan jabatan. Betapa banyak orang yang Allah beri harta tetapi tidak menemukan kebahagiaan. Sebagaimana tidak sedikit para pemilik kekuasaan yang tidak merasakan kebahagiaan…

☕ Saudaraku yang dirahmati Allah, mengerti tujuan hidup akan membuka pintu-pintu kebaikan. Allah berfirman (yang artinya), "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." (al-'Ashr : 1-3)

Islam membawa petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan sejati. Islam memberikan jalan bagi kita untuk mewujudkan tujuan hidup. Cepat atau lambat kematian pasti menjumpai. Alam dunia akan kita tinggalkan menuju alam akhirat. Tanpa ilmu dan petunjuk dari Allah maka seorang hamba akan larut dalam kesia-siaan dan kesesatan…

Allah berfirman (yang artinya), "Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima, dan dia di akhirat akan termasuk golongan orang-orang yang merugi." (Ali Imran : 85)

Allah juga mengingatkan (yang artinya), "Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun." (al-Kahfi : 110)

Dengan demikian memahami tujuan hidup akan membawa kebahagiaan dan keselamatan. Bahagia dengan iman dan amal salih. Allah berfirman (yang artinya), "Barangsiapa yang melakukan amal salih dari kalangan lelaki atau perempuan dalam keadaan beriman maka benar-benar Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami berikan kepada mereka balasan pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka lakukan." (an-Nahl : 97)

Orang yang tidak memahami tujuan hidupnya maka hidupnya tidak berbeda jauh dengan binatang. Hidup hanya untuk memuaskan hawa nafsu. Tidak sedikit orang yang membuang kebahagiaan iman dan menukarnya dengan kegelapan maksiat dan kekafiran. 

Ibadah kepada Allah dan tunduk kepada perintah dan larangan-Nya; inilah kunci kebahagiaan sejati. Allah yang menciptakan kita tentu lebih mengetahui apa yang akan membuat kita bahagia. Allah yang menciptakan kita tentu lebih mengetahui apa yang akan membuat manusia sengsara.

Allah berfirman (yang artinya), "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (adz-Dzariyat : 56). Ibadah kepada Allah adalah jalan kebahagiaan. Ibadah kepada Allah akan membuahkan ketentraman dan keamanan.

📜 Ibadah adalah melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang. Ibadah mencakup segala hal yang Allah cintai berupa ucapan dan perbuatan; yang lahir maupun batin. Ibadah berangkat dari perendahan diri dan ketundukan kepada Allah…

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan niscaya Allah pahamkan dia dalam agama." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibadah kepada Allah tidak bisa dilakukan kecuali dengan mengikuti petunjuk Allah. Oleh sebab itu Allah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab. Sehingga mengikuti ajaran rasul adalah bukti penghambaan kepada Allah. Allah berfirman (yang artinya), "Barangsiapa yang menaati rasul sesungguhnya dia telah taat kepada Allah." (an-Nisaa' : 80)

Rasul sekedar menyampaikan wahyu dari Allah. Allah berfirman (yang artinya), "Dan tidaklah dia (Rasul) itu berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah yang dia ucapkan melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya." (an-Najm : 3-4)

Para ulama kita menjelaskan; risalah/ajaran agama ini datang dari Allah, kewajiban rasul adalah menyampaikan, sedangkan kewajiban kita adalah pasrah mengikuti petunjuk/agama Allah. Allah berfirman (yang artinya), "Katakanlah; Jika kalian mengaku mencintai Allah maka ikutilah aku (Rasul) niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian." (Ali Imran : 31)

Kebutuhan kita kepada ajaran agama jauh melebihi kebutuhan kita kepada makanan dan minuman. Karena yang bisa menyelamatkan manusia dari neraka adalah iman dan ketaatan. Allah berfirman (yang artinya), "Pada hari itu (kiamat) tidaklah berguna harta dan anak-anak kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan membawa hati yang selamat." (asy-Syu'araa' : 88-89)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Semua umatku pasti masuk surga kecuali orang yang enggan." Maka orang-orang pun bertanya, "Siapakah orang yang enggan itu wahai Rasulullah?". Beliau menjawab, "Barangsiapa yang taat kepadaku niscaya dia masuk surga dan barangsiapa yang durhaka kepadaku maka dia lah orang yang enggan." (HR. Bukhari)

Beribadah kepada Allah adalah kewajiban setiap manusia. Sungguh zalim orang yang tidak mau tunduk beribadah kepada-Nya. Sungguh merugi orang yang menghinakan diri kepada setan lantas mencampakkan ibadah kepada ar-Rahman. Karena setan hanya akan mengajaknya untuk menjadi penghuni neraka. Oleh sebab itu Allah melarang hamba dari mengikuti langkah-langkah setan. Sehingga setiap rasul pun menyerukan ibadah kepada Allah dan menjauhi ajakan setan. 

Allah berfirman (yang artinya), "Sungguh telah Kami utus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan: Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut." (an-Nahl : 36). Umar bin Khattab menafsirkan bahwa thaghut adalah setan. Jabir bin Abdullah mengatakan bahwa thaghut adalah para dukun. Imam Malik mengatakan bahwa thaghut mencakup segala bentuk sesembahan selain Allah.

Inilah kandungan dari kalimat tauhid: beribadah kepada Allah dan meninggalkan syirik. Inilah kewajiban terbesar dalam hidup. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Hak Allah atas setiap hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun." (HR. Bukhari dan Muslim)

Syirik yaitu beribadah kepada selain Allah bersama ibadah kepada Allah. Orang musyrik beribadah kepada Allah tetapi dia juga beribadah kepada selain Allah. Allah tidak menerima ibadah yang tercampur dengan syirik. Bahkan orang musyrik tidak akan bisa masuk surga. 

Allah berfirman (yang artinya), "Dan apabila mereka itu berbuat syirik pasti akan lenyap semua amal yang dahulu telah mereka kerjakan." (al-An'am : 88)

Allah berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka benar-benar Allah haramkan atasnya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu sedikit pun penolong." (al-Ma-idah : 72)

🎙️ Saudaraku yang dirahmati Allah, hal ini menunjukkan kepada kita bahwa memperhatikan tauhid adalah kewajiban setiap muslim. Karena amal tidak diterima tanpanya. Dari sanalah prioritas dakwah para Nabi di sepanjang masa untuk memperbaiki aqidah dan meluruskan tauhid. Karena perbaikan aqidah inilah yang menjadi kunci kebaikan umat.

Imam Malik rahimahullah berkata, "Tidak akan memperbaiki keadaan generasi akhir umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah memperbaiki keadaan generasi awalnya." Maka sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk mempelajari tauhid dan waspada dari segala bentuk kesyirikan. 

Allah tidak ridha apabila dipersekutukan dengan-Nya dalam hal ibadah; apa pun atau siapa pun yang diibadahi selain Allah. Apakah sesembahan itu berupa manusia paling bertakwa yaitu nabi ataupun malaikat yang tidak pernah bermaksiat. Ibadah hak Allah, menyerahkan ibadah kepada selain-Nya adalah syirik.

Allah berfirman (yang artinya), "Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kalian menyeru/berdoa atau beribadah bersama dengan Allah siapa pun juga." (al-Jin : 18)

Semoga bermanfaat...

🧩 Redaksi www.al-mubarok.com

➖➖➖➖➖➖ Sebarkan info nasehat ini di sosial media antum, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua. Jazakumullohu Khoiron ➖➖➖➖➖➖